Sate Ponorogo, Hampir Serupa Tapi Tak Sama

Menghabiskan hari pertama long weekend di Ponorogo pastinya harus isi perut supaya tetap punya tenaga untuk menjejakan kaki di tempat seru lainnya. Seperti biasa, kalau jalan – jalan tanpa nyicip makanan khas di tempat yang sedang dikunjungi itu rasanya kurang komplit. Kali ini saya mencoba sate khas Ponorogo. Sate Ponorogo yang saya icip adalah sajian dari warung sate H. Tukri Sobikun. Letaknya ada di Gang Sate, Ponorogo. Tidak sulit mencarinya sebab warung sate H. Tukri Sobikun ini termasuk yang terkenal di Ponorogo.

Kalau bicara sate, makanan yang satu ini khas Indonesia sekali. Menemukan sate di Indonesia bukan perkara sulit, ada di mana – mana, tapi tetap saja menggelitik rasa penasaran. Pasalnya, beberapa daerah di Indonesia punya sate dengan ciri khasnya masing-masing. Sebut saja Sate Madura, Sate Padang, dan Sate Rembiga yang ada di Lombok.

Nah, Ponorogo juga punya sate khasnya sendiri. Kalau hanya dilihat dari bahan dasar yang digunakan dan bumbunya, Sate Ponorogo ini hampir serupalah dengan Sate Madura.  Tapi begitu melihat penampakan asli dan mencicipi rasanya, saya setuju kalau Sate Ponorogo ini memang beda. Bisa dibilang hampir serupa tapi sebenarnya tidak sama.
Sate Ponorogo
Sate Ponorogo

Pertama, dari irisan daging ayamnya. Ketika sate ini sampai di meja, saya cuma bisa membatin “gede amat, habis nggak ya dimakan sendiri?” Setelah sedikit ‘diudek2’ ternyata daging ayamnya semacam difillet memanjang, bukan diiris kecil berbentuk dadu seperti Sate Madura. Pantaslah kalau terlihat lebih besar – besar.

Daging Ayam Yang Difillet Ini Menjadi Khas Sate Ponorogo
Daging Ayam Yang Difillet Ini Menjadi Khas Sate Ponorogo

Untuk rasa daging ayamnya sendiri, bisa dibilang cukup empuk dan bebas lemak. Hal ini karena cara mengiris dagingnya yang difillet itu tadi. Bumbunya juga meresap. Keseluruhan, enaklah. Recommended buat masuk daftar makanan enak 😀

Kedua, soal bumbunya. Sate Ponorogo juga menggunakan bumbu kacang seperti kebanyakan sate lainnya, tapi bumbu Sate Ponorogo ini terasa lebih kental dan legit. Nggak terasa manis banget, agak spicy juga.

Bumbu Sate Ponorogo Lebih Legit dan Warnanya Tidak Terlalu Coklat Pekat
Bumbu Sate Ponorogo Lebih Legit dan Warnanya Tidak Terlalu Coklat Pekat

Kalau ada kesempatan berkunjung ke Ponorogo, cobain deh satenya. Mantan orang nomor satu di Indonesia saja, Pak BeYe, sudah pernah nyobain sate ini, masa kamu nggak?? Hubungannya apa ya? Hahaa…

1 thought on “Sate Ponorogo, Hampir Serupa Tapi Tak Sama”

Leave a Reply