Menjejaki Sebuah Proses

Keberhasilan ditentukan oleh 99% perbuatan, dan hanya 1% pemikiran – Albert Einstein

Beberapa hari lalu saat jejak saya mampir di salah satu toko buku, saya iseng melihat-lihat koleksi kalender 2016 yang dijual di sana. Sebuah kalender menarik perhatian saya. Bentuknya simpel, tidak ramai dengan gambar aneh-aneh, hanya bermotifkan batik. Indonesia sekali. Menariknya lagi, di bagian bawah diselipkan kalimat yang cukup menggelitik. Semacam menjadi motivasi dan pengingat. Saya tertarik pada salah satu kalimat yang ada dalam kalender tersebut.

“Tidak usah bangga dengan apa yang kita miliki, banggalah dengan bagaimana cara memperolehnya”

Membaca kalimat tersebut saya lalu berpikir begini.

Punya mimpi untuk memiliki sesuatu? Punya target yang harus dilakukan sehingga bisa mendapatkan hal yang diimpikan? Harusnya punya. Rasa-rasanya menjalani hidup tanpa punya mimpi itu ibarat bepergian tanpa tujuan.

Bagi sebagian orang, dalam mencapai mimpi baiknya “let it flow” saja. Kalimat tersebut mungkin menjadi slogan hidup yang penting dan merupakan harga mati. Bagi saya, kalimat tersebut kondisional. Pada beberapa keadaan, memang kalimat tersebut harus digunakan, namun dalam kondisi lain, tidak jarang “let it flow” membuat si pengusung slogan jadi kebablasan lalu ”tenggelam”.

Bisa jadi diri sendiri adalah musuh terberat untuk mencapai mimpi. Rasa malas, nafsu untuk bersenang-senang, dan rasa takut, seringkali menghambat untuk bergerak mewujudkan hal-hal yang diimpikan. Lalu, haruskah hanya mengupayakan seadanya, atau malahan hanya diam saja tidak bergerak, dan berkata “let it flow” ?

Dibandingkan upaya seadanya, proses yang dilalui dengan upaya maksimal, kerja keras dan komitmen, ujungnya pasti akan terasa lebih manis sekali.

Saya sudah pernah mengalami kedua hal tersebut beberapa kali. Pertama, berusaha mencapai mimpi dengan proses berupaya seadanya dan “let it flow”. Kedua, berusaha mencapai mimpi dengan proses yang penuh kerja keras dan diupayakan maksimal. Yang kedua lebih bikin nagih. Kenapa? Karena walaupun kadang besaran hasil dan bentuknya tidak seberapa, tapi rasa bangganya sungguh luar biasa. Sensasinya ada pada proses. Kita mau berproses seperti apa dalam perjalanan mencapai mimpi? Itu pilihan :))

Tidak percaya? Mari dicoba…

23.55 WIB – 22.11.2015 – Kamar tidur ~dalam perjalanan menuju mimpi~

Leave a Reply