Sego Becek, Si Penggoda Lidah Asal Nganjuk

Masih ngobrolin tentang makanan khas Indonesia. Kali ini jejak saya mampir di salah satu Kabupaten di bagian timur Pulau Jawa, yaitu Nganjuk. Ada beberapa kuliner khas Nganjuk, tapi yang paling menggoda bagi saya adalah Nasi Becek atau yang biasa disebut sego becek.

Saat perjalanan dinas dari Semarang menuju Kediri, makan siang menjadi hal yang paling saya tunggu ketika harus menempuh kurang lebih tujuh jam perjalanan. Warung pojok yang berada di Jalan Dr Soetomo, tidak jauh dari alun-alun Nganjuk, pasti menjadi tempat singgah saya dan rombongan kantor untuk makan siang sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Warung Pojok di Perempatan Jl. Dr Soetomo & Jl. A. Yani Nganjuk
Warung Pojok di Perempatan Jl. Dr Soetomo & Jl. A. Yani Nganjuk

Warung pojok merupakan salah satu tempat yang sering dituju oleh banyak penikmat kuliner untuk berburu Nasi Becek. Dari luar, Warung Pojok ini terlihat biasa saja, lebih pada kesan sederhana. Masuk ke dalam, ada beberapa meja dan kursi panjang sederhana yang lumayan dapat menampung cukup banyak pengunjung. Tinggal pilih saja mau duduk di mana.

Bagian Dalam Warung Pojok
Bagian Dalam Warung Pojok

Tiap kali berkunjung ke Warung Pojok ini, saya lebih suka duduk di bangku bagian depan dekat dapur pikulan. Dari bangku depan, selain bisa mencium aroma khas kuah Nasi Becek, saya pun bisa dengan leluasa berbincang sekaligus menyaksikan langsung tangan lincah si ibu meracik pesanan kami.

Mulai dari nasi, kubis yang diiris tipis-tipis, toge, seledri, dan daging dari dua tusuk sate kambing diracik menjadi satu dalam mangkok. Terakhir, kuah kuning mirip kuah soto, lengkap dengan jeroan disiramkan ke dalam mangkok. Nasi Becek pun siap dihidangkan.
Sego Becek Khas Nganjuk
Sego Becek Khas Nganjuk

Sekilas penampakannya mirip kare kambing, tapi rasanya jauh berbeda. Selain itu, tidak seperti kebanyakan makanan Jawa Timur yang biasanya pedas, rasa Nasi Becek ini cenderung manis. Tidak perlu merogeh kocek terlalu dalam untuk menikmati Nasi Becek di Warung Pojok ini, cukup Rp 15.000,- saja, saya sudah bisa puas menikmati si penggoda lidah asal Nganjuk ini.

Kalau mau lebih komplit, bisa memesan seporsi sate kambing untuk dinikmati bersama dengan Nasi Becek yang masih mengepul panas. Wah, nikmatnya jangan ditanya. Pokoknya wajib coba, terutama buat penggemar makanan olahan dari daging kambing. Bisa cek review dari pengunjung lain tentang Nasi Becek Pojok ini di Tripadvisor juga loh.

2 thoughts on “Sego Becek, Si Penggoda Lidah Asal Nganjuk”

  1. Ah, sayangnya belum pernah nyicipin padahal sempet mampir touring di Nganjuk dan dari penampakannya sih mirip yang pernah saya cicipin di salah satu warung di daerah Mrican, Jogja yang namanya Nasi Gule

Leave a Reply