Merantau, Non !?

Perihal merantau,

Non,

Kira – kira begini jawab untuk tanya yang kau ulang-ulang itu.

Pergilah yang jauh, kalau perlu,

kampung halaman dan tempat yang akan kau pijak nantinya

dipisahkan lautan,

pula dipisahkan banyak sekali putaran jarum jam untuk menuju ke sana

sehingga untuk pulang pun tidak bisa tiap kali inginmu saja

Tidak,

Kita bukan sedang bicara perkara traveling atau apalah itu namanya yang sering kau lakukan bersama teman – temanmu

Kita bicara soal perjalanan lain

Yang kata buyutmu namanya adalah ‘merantau’

Non,

Pergilah yang jauh

supaya kau paham

maknanya

…..rumah

…..rindu

…..rasa khawatir

…..dan seberapa pun gosongnya masakan ibumu tetap tiada tandingannya

Pergilah yang jauh

supaya kau paham

berharganya

…..waktu

…..komunikasi

…..dan tetes keringat kerja keras orangtuamu

Non,

Pergilah juga lebih lama

sampai rasa-rasanya kau tidak lagi  paham kenapa pohon – pohon yang dulu rimbun di sepanjang menuju rumahmu

sudah berubah sesak jadi ruko – ruko beraroma profit kapitalis

Pergilah lebih lama

supaya kau paham

prosesnya

…..berbudaya

…..menempa mental

…..dan bertahan hidup dengan usahamu sendiri

Jadi ketika kau pulang

Senyum dan sapa orangtuamu bukan lagi sekedar kau anggap basa basi busuk

Kerutan dan rambut orangtuamu yang mulai memutih bukan lagi kau anggap hanya sekedar proses siklus hidup manusia

Kira – kira begitu

Merantau, Non !?

———————————————————-

05.06.2016
di perantauan, (lagi) dari pojok sebuah cafe mungil

6 thoughts on “Merantau, Non !?”

Leave a Reply