Rumah Tjilik Riwut Gallery & Resto : Menikmati Perpaduan Sejarah dan Kuliner Dayak

Saat pulang ke Palangka Raya, saya berkesempatan mengunjungi Rumah Tjilik Riwut yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Palangka Raya. Lokasinya masih berada di pusat kota. Rumah ini dulunya adalah rumah dinas gubernur yang pernah ditempati oleh Bapak Tjilik Riwut. Oleh pihak keluarga, rumah ini kemudian ditebus dari pemerintah dan dikonsep ulang menjadi Gallery & Resto. Rumah Tjilik Riwut Gallery & Resto ini tidak hanya sekedar menawarkan petualangan jelajah rasa kuliner khas Kalimantan Tengah, namun juga akan mengajak pengunjung untuk melihat lebih dekat soal perjalanan hidup dan perjuangan Bapak Tjilik Riwut. Beliau adalah gubernur pertama dan pahlawan kebanggaan Kalimantan Tengah.

Di masa lalu, barangkali tidak mudah untuk menyamakan persepsi masyarakat yang tinggal jauh di pedalaman Kalimantan untuk bergerak menyatu menjadi ‘lebih besar’ bersama sekumpulan lain di luar kelompoknya. Bukan perkara mudah untuk meyakinkan agar mereka mau bersumpah setia dan menyerahkan kepercayaan atas keberlangsungan hidupnya  yang sudah lebih dahulu dijajah oleh bangsa lain pada Republik Indonesia. Negara yang baru saja merdeka, masih sangat belia. Negara yang bahkan masih samar kekuatannya dalam mengangkat kesejahteraan hidup warga di dalamnya. Bapak Tjilik Riwut, beliau menuntaskan tugas tersebut.

Gallery Barang – Barang Peninggalan Tjilik Riwut

Saat datang, hujan sedang turun setengah hati. Rasanya jadi sedikit syahdu ketika saya memasuki halaman depan rumah Tjilik Riwut ini. Sesuai namanya – ‘Rumah Tjilik Riwut Gallery & Resto’ – penampakan dari luar memang seperti rumah biasa saja. Rumah ini sudah direnovasi, namun tetap mempertahankan bentuk aslinya.

Tampak Depan Rumah Tjilik Riwut
Tampak Depan Rumah Tjilik Riwut

Di dekat pintu masuk, ada beberapa buku kecil yang disediakan sebagai buku tamu. Pengunjung bisa menuliskan nama, kesan, pesan, atau apa saja sebagai kenangan di buku tersebut. Masuk lebih ke dalam, interior Rumah Tjilik Riwut dihiasi dengan banyak piagam – piagam penghargaan yang pernah diterima oleh beliau.

Piagam Penghargaan Yang Pernah Didapatkan Bapak Tjilik Riwut

Ada pula foto – foto silsilah keluarga, hingga foto beliau semasa menjadi militer di angkatan udara dan perjuangannya membangun Kalimantan Tengah. Baju – baju yang pernah beliau kenakan pun dipajang rapi dalam bingkai – bingkai kaca yang diletakkan di bagian atas dinding resto. Pula masih ada sebuah alat musik tradisional Dayak yang tergantung cantik di dinding resto.

Foto Silsilah Keluarga Tjilik Riwut
Foto Silsilah Keluarga Tjilik Riwut

Di sebuah lemari kaca yang tidak jauh dari meja kasir, diletakkan barang – barang lain seperti topi, sabuk, lencana, kamera, hingga buku – buku milik Tjilik Riwut.

Koleksi Barang Peninggalan Tjilik Riwut
Koleksi Barang Peninggalan Tjilik Riwut

Bagi pengunjung yang ingin menikmati sajian di luar ruangan, disediakan area outdoor yang berada di bagian halaman belakang rumah. Kata adik saya yang sudah sering berkunjung ke sini, suasana area di luar akan terasa lebih romantis ketika malam hari. Mungkin kamu bisa mencoba mengajak pasanganmu untuk makan malam mesra di Rumah Tjilik Riwut ini 😀

Sajian Khas Dayak ala Resto Rumah Tjilik Riwut

Setelah puas berkeliling, saya mencoba melihat buku menu yang disodorkan oleh pelayan resto. Menu makanan dan minumannya cukup banyak. Ada beberapa menu makanan khas Dayak yang bisa dicoba oleh pengunjung seperti juhu umbut rotan, juhu ujau, juhu rimbang, kandas sarai, tanak lais, hingga tumis kalakai.

Menu Makanan Khas Dayak di Rumah Tjilik Riwut
Menu Makanan Khas Dayak di Rumah Tjilik Riwut

Hayooo, yang bukan asli Dayak pasti bingung dan bertanya – tanya  begitu membaca menu makanan ini. Saran saya, untuk pengunjung dari luar Kalimantan, wajib mencoba menu makanan khas Dayak ini jika berkunjung ke Rumah Tjilik Riwut. Dijamin enak dan unik di lidah.

Menu Minuman di Rumah Tjilik Riwut
Menu Minuman di Rumah Tjilik Riwut

Ah, ada yang lebih menarik perhatian saya. Rumah Tjilik Riwut menyediakan baram di deretan menu minumannya. Baram adalah tuak khas suku Dayak. Kalau menu makanan khas Dayak sih bisa ditemukan di beberapa rumah makan lain, tapi kalau baram, belum tentu semua tempat makan khas Dayak menjualnya. Minuman tradisional ini ditawarkan dalam dua ukuran, large dan small. Uniknya lagi, baram yang disediakan di Rumah Tjilik Riwut ini sudah diracik dengan sentuhan baru sehingga rasanya menjadi ‘ramah’ bagi yang tidak terbiasa minum minuman beralkohol.

Sebut saja misalnya baram madu yang saya pesan dalam ukuran small. Rasanya manis dan segar. ‘Aroma tradisional’ tuaknya masih terasa, namun tidak terasa aneh di lidah saya. Malahan enak. Badan juga menjadi hangat selepas minum baram madu ini.

Baram Madu
Baram Madu

Untuk pengunjung yang tidak ingin mencoba menu makanan dan minuman khas dayak, masih ada menu lain yang lebih umum seperti roti bakar, nasi goreng, sop buntut, jus buah, hingga soft drink. Soal harga tidak perlu khawatir, cukup terjangkau. Sesuailah dengan rasa, suasana, dan pengalaman yang bisa didapatkan ketika berkunjung ke Rumah Tjilik Riwut.

Jadi, kapan mau ke Palangka Raya? Kalau sedang jalan – jalan ke ibukota Kalimantan Tengah ini, jangan lupa mampir ke Rumah Tjilik Riwut Gallery & Resto untuk sebentar ‘menyapa’ salah satu bagian penting dari sejarah Kalimantan Tengah. Sebuah tempat menarik untuk melihat sejarah sembari menikmati kuliner bersama keluarga maupun kolega.

2 thoughts on “Rumah Tjilik Riwut Gallery & Resto : Menikmati Perpaduan Sejarah dan Kuliner Dayak”

Leave a Reply