WOW! Danau Tahai

Tadi saya habis intip – intip tulisan WOWnya si Bawang Ijo (Bijo), salah satu blogger favorit saya yang kemarin – kemarin (katanya) sempat baper gegara solo travelingnya ke Iran. Saking bapernya, kamu bisa menemukan banyak tulisan perjalanannya saat ke Iran di sini, di sini, di sini, ya ampun di sini juga masih ada, dan untungnya di sini insyaf untuk mengakhiri tulisan tentang bapernya. Yahhh… 🙁

Sudah, stop ngomong tentang Iran. Balik ke soal intip – intip hari ini. Tadi saya baca salah satu tulisan Mbak Bijo tentang hal yang bisa membuatnya kagum sampai tidak henti – hentinya bilang WOW!. Bisa ikutan ngintip tulisannya di sini. Jangan lupa bilang WOW! setelah baca ya. Ehh, apa sih x_x

Kata Mbak Bijo, pemandangan yang indah bisa bikin kata WOW! diucapkan berkali – kali. Saya setuju. Saya juga sering begitu. Tapi pengalaman berkunjung ke salah satu tempat wisata di kota kelahiran saya saat tahun baru kemarin bikin saya jadi sadar kalau kata WOW! juga bisa muncul untuk hal yang lain.

***

Saya mengajak seorang teman yang sedang datang dari jauh untuk mengunjungi salah satu tempat wisata di Palangka Raya. Kebetulan saat ia datang, saya juga sedang berada di Palangka Raya untuk menunaikan kewajiban setor muka setahun sekali di hadapan keluarga, yang saya yakin sudah rindu sekali sama saya. (Sungguh, saya pede sekali, kawan).

Awalnya saya bingung juga mau mengajak kemana. Saya yang jarang pulang ini, dan sudah lama sekali tidak berkunjung ke tempat – tempat wisata yang ada di Palangka Raya, akhirnya iya – iya saja saat kakak saya menyarankan untuk mengajak teman saya itu pergi Ke Danau Tahai.

Kening mama yang mengerut dan bertanya “mau lihat apa di sana?” saat saya pamit untuk pergi, tidak saya hiraukan. Siang itu pikiran saya masih lekat dengan kenangan Danau Tahai di masa – masa kecil saat saya sering berkunjung ke sana.

Kenangan Saya Tentang Danau Tahai Itu Begini…

Danau Tahai punya pemandangan dan suasana yang khas. Deretan pepohonan membuat sejauh mata memandang terlihat serba hijau dan segar. Air danau yang berasal dari air tanah gambut dan akar – akar pohon yang tumbuh di lahan gambut membuat air yang ada di Danau Tahai menjadi terlihat kemerahan.

Sungguh pemandangan langka untuk pengunjung yang terbiasa berlibur menikmati pemandangan yang serba bening. Bening alamnya, bening orangnya. Halahh…

Danau Tahai
Danau Tahai

Masih ada pula deretan beberapa rumah apung atau yang oleh orang lokal disebut ‘lanting’. Pemandangan tidak biasa untuk pengunjung yang sehari – harinya hanya disuguhi deretan gedung – gedung perkantoran. Memancing atau sekedar menyusuri danau menggunakan sepeda air bisa menjadi pilihan aktivitas yang menyenangkan saat berkunjung ke Danau Tahai.

Lanting di Danau Tahai
Lanting di Danau Tahai

Suasana tenang menjadi ‘menu’ lain yang ditawarkan oleh Danau Tahai kepada pengunjungnya. Berada sekitar 30 KM dari pusat Kota Palangka Raya, masih pula agak masuk kurang lebih 3 KM dari akses jalan utama, Danau Tahai dijamin jauh dari hiruk pikuk kendaraan.

Istirahat sebentar dari bingarnya jalanan kota, gaduhnya suara printer dan mesin fotocopy kantor yang saling bersahut – sahutan ‘memuntahkan’ laporan harian, atau bahkan dari berisiknya ‘teriakan manja’ bos lebay di kantor, sangat bisa dilakukan di Danau Tahai ini.

Semuanya itu bisa dinikmati oleh pengunjung sembari duduk santai di pondok – pondok yang tersedia di beberapa titik terpisah. Pondok – pondok tersebut berada di atas danau dan satu sama lain dihubungkan oleh jembatan – jembatan kayu.

Main Bebek Air di Danau Tahai? Bisa.
Main Bebek Air di Danau Tahai? Bisa.

Di titik lain, agak ke ujung, ada jembatan gantung yang dibuat melintasi danau. Jembatan gantung ini menghubungkan sisi danau ke area hutan di seberangnya. Selain menambah indah pemandangan, jembatan gantung ini sangat menggoda pula untuk coba dilewati.

Saat Tiba di Sana Januari 2017, Setelah 11 Tahun Berlalu…

Saya masih bisa berucap WOW!

Ternyata masih banyak yang berkunjung ke Danau Tahai. Ya iyalah. Coba saja tengok di google tentang tempat wisata yang wajib dikunjungi saat ke Palangka Raya. Danau Tahai akan selalu muncul dalam list rekomendasi tempat wisata di Palangka Raya.

Lebih WOW! lagi karena objek wisata populer dan masih dikunjungi oleh banyak orang ini ternyata kondisinya memprihatinkan. Jembatan kayu yang menjadi akses utama untuk menuju ke beberapa pondok di Danau Tahai ini sudah banyak yang lapuk, bahkan ada yang sudah rusak. Butuh perjuangan untuk melewatinya.

Cuma Diganti Dengan Sebilah Papan – “Ayo Mbak, Kamu Pasti Bisa” – Kira2 Begitu Kata Mereka

Bagi yang tidak bisa berenang, ini bisa jadi moment uji nyali sekaligus coba – coba mempertaruhkan nyawa. Jangankan saya yang tidak bisa berenang, teman saya yang konon ceritanya bisa berenang dengan gaya dada sampai gaya jungkir balik sekalipun, tetap saja jiper saat harus melewati jembatan yang sudah rusak.

Antara Pengen Lewat & Nggak - Lalu Terbitlah Senyum Palsu
Cengar Cengir Sambil Berpikir Cara Terbaik Untuk Lewat – Lompat, Ndlesot, Atau Gimana?!

Jembatan gantung yang dulu nampak indah sekarang sudah terlihat lapuk dan banyak pijakan yang bolong. Niat untuk melewati si jembatan gantung seketika ambyarr.

Dari Dekat Nyali Saya Ciut Duluan Melihat Penampakan Jembatan Gantungnya
Dari Dekat Nyali Saya Ciut Duluan Melihat Penampakan Jembatan Gantungnya

Saya tidak habis pikir kok bisa ya objek wisata yang populer ini rupanya jadi begini. Sedih sekali. Emm, kondisinya kemudian mengingatkan saya pada sesuatu.

Ternyata Begini Rasanya…

Saya sering sekali menyaksikan berita di televisi tentang kisah perjuangan anak – anak di pedalaman untuk bersekolah. Akses jalan yang tidak memadai seringkali membuat anak – anak itu harus mempertaruhkan nyawanya saat berangkat dan pulang sekolah.

Ada yang harus menyeberangi sungai beraliran deras dengan berjalan kaki. Ada pula yang harus perlahan melewati jembatan penghubung antar desa yang sudah nyaris ambruk. Bisa cek beberapa beritanya di sini, di sini, di sini, atau cari sendiri deh :p

Nah, berkat berkunjung ke Danau Tahai, sekarang saya bisa merasakan pengalaman yang hampir serupa. Walaupun belum seberapanya, tapi tetap saja horor, kawan. Kasih jempol buat anak – anak di sana.

***

Ah, apalah artinya pemandangan indah dan suasana yang tenang kalau fasilitas di tempat wisatanya tidak mendukung? Bisa – bisa rencana bersenang – senang malah berakhir duka kalau kaki saya tiba – tiba salah pijak di jembatan yang bolong.

Saya ngeri – ngeri geli juga tiap kali melihat ada anak kecil yang berlari di sekitar jembatan kayu yang sudah lapuk atau bolong. Kalau sampai si anak salah pijak, yuk dadah babayy deh tuh agenda ngerumpi cantik si ibu di pondokan karena tetiba harus mengurus anaknya yang jejeritan.

Serius deh, fasilitas di Danau Tahai ini, kalau ibarat jomblo ngenes, sudah harus secepatnya dapat perhatian.

Seketika saya pengen elus – elus teman saya itu. Jauh – jauh liburan malah belum dapat yang indah – indah. Sabar teman, WOW! itu ternyata tidak selalu tentang yang indah – indah ya.

Sekian. Salim.

1 thought on “WOW! Danau Tahai”

Leave a Reply