Coba Aktivitas Menarik Ini Saat Berkunjung Ke Melaka

Oktober lalu saya berkunjung ke Melaka bersama beberapa kawan. Perjalanan yang singkat, tapi berkesan. Melaka memiliki keistimewaan tersendiri walaupun tidak segemerlap Kuala Lumpur. Melalui Melaka, Malaysia menawarkan pengalaman yang berbeda bagi wisatawan yang berkunjung ke negaranya. Budaya dan peninggalan sejarah yang dimiliki oleh kota bekas jajahan Portugis ini membuatnya berhasil masuk dalam jajaran destinasi favorit wisatawan saat berkunjung ke Malaysia.

Bisa ngapain saja sih selama di Melaka? Berikut beberapa aktivitas menarik yang bisa kamu coba. 

Jelajah Museum

Bersiaplah ‘mabok’ museum jika sedang di Melaka. Rasanya kemana kaki melangkah, saya bisa menemukan museum. Ini salah satu bukti bagaimana Melaka sungguh menjaga budaya dan sejarahnya agar tidak tenggelam atau terlupakan. Melalui museum pula, Melaka memperkenalkan kekayaan bangsanya pada wisatawan dunia.

Baba Nyonya Heritage Museum

Sebut saja misalnya Baba Nyonya Heritage Museum. Di museum ini pengunjung bisa melihat tentang budaya peranakan Melayu – Cina. Ada pula Museum Maritim dengan bentuk bangunannya yang sangat unik berupa replika kapal layar Flora De La Mar. Isinya bercerita tentang sejarah kelautan di Kesultanan Melaka dan bagaimana perkembangan perdagangan di jalur laut Melaka pada masa lampau.

Museum Maritim Dengan Bentuknya Yang Unik

Selain dua museum tersebut, masih ada Museum Cheng Ho, Museum Sultan Melaka, Museum Samudera, Museum Kemerdekaan Malaysia, Museum Sejarah & Ethnografi, Museum Setem, Museum Belia, dan masih banyak lagi yang bisa dipilih untuk masuk list jelajah museum di Melaka.

Berjalan Kaki Menyusuri Kota Tua Melaka

Sejarah Melaka memang meninggalkan banyak hal menarik untuk dijelajahi. Jika ingin menikmati suasana khas Melaka yang tersohor, maka jangan sampai tidak berkunjung ke kawasan kota tuanya. Di sana, pengunjung akan diajak merasakan nuansa Melaka di masa lalu. Suasana kota tua Melaka dan bangunan-bangunannya adalah ‘mesin waktu’.

Perumahan Warga di Sekitar Hostel

Sejauh mata memandang, baik perumahan warga, toko, tempat makan, hingga penginapan, didominasi oleh bangunan-bangunan berarsitektur lawas. Kebanyakan masih sangat terawat.

Church of St Francis Xavier, Salah Satu Gereja Tua di Melaka. Bentuk bangunannya keren!

 

Masjid Kampung Kling. In Frame : kak Devidhede

Berjalan kakilah menyusuri jalan-jalan kecil dan gang yang ada di Kota Tua Melaka. Aktivitas warga Melaka di sepanjang jalur yang dilewati akan jadi pemandangan yang sangat menarik. Selain itu, Gereja St Francis Xavier, Sri Poyyatha Vinayagar Temple, Masjid Kampung Kling, Cheng Hoon Teng Temple, dan Masjid Kampung Hulu akan menjadi objek wisata yang bisa ditemukan saat menjelajahi jalanan di Kota Tua Melaka.

Melihat Kegiatan Warga Lokal Bisa Jadi Aktivitas Menarik Saat Berkunjung ke Melaka

Dengan berjalan kaki, kamu juga bisa mencoba menyusuri jalan kecil yang ada di sepanjang Sungai Melaka. Sungai ini menjadi salah satu andalan wisata kota yang sangat dirawat dan diperhatikan kebersihannya. Rumah warga, hotel, hingga cafe menjadi hiasan yang menarik di pinggiran Sungai Melaka.

Di pusat kota tuanya, jangan lewatkan pesona kompleks bangunan merah Stadhuys, Christ Church, dan clock tower yang tersohor. Area ini menjadi landmark Melaka. Rasanya belum sah jika berkunjung ke Melaka tapi tidak mampir di kawasan ini.

Dari pusat kota tua Melaka, ada pula jalan masuk untuk menuju ke sisa-sisa benteng A Famosa yang terletak di atas bukit St Paul. Porta de Santiago menjadi bagian yang masih jelas terlihat sebagai sisa dari kegagahan benteng A Famosa. Di sana, bisa ditemukan juga sisa bangunan gereja St Paul dan beberapa makam.

Senja Yang Cantik Dari Bukit St Paul. Pemandangan Kota Melaka, Menara Taming Sari, dan Laut di Kejauhan.

Karena letaknya yang berada di atas bukit, tentu jalan menuju ke atas akan sedikit melelahkan. Untungnya tidak begitu banyak anak tangga dan jalannya sudah disemen dengan bagus. Saat tiba di atas, lelah akan terbayar lunas saat melihat keindahan yang disuguhkan di sana. Waktu kunjung terbaik ke bukit St Paul ini adalah di sore hari. Selain matahari sudah tidak begitu menyengat, kamu juga bisa sekalian menikmati matahari terbenam.

Berburu Kuliner Itu Wajib!

Kalau ke Melaka, jangan sampai melewatkan kesempatan untuk mencicipi beragam kulinernya yang lezat. Dijamin jelajah rasa di Melaka tidak akan mengecewakan. Jadi ringgitnya jangan terlalu diirit untuk kulineran.

Saat di Melaka, saya sempat mencoba beberapa kuliner hasil temuan tidak sengaja dan yang memang sengaja dicari berdasarkan rekomendasi dari beberapa pejalan lain. Semuanya memang enak-enak.

Beberapa makanan yang jadi favorit dan saya rekomendasikan untuk diburu saat ke Melaka adalah chicken rice ball dan asam pedas. Saya sempat penasaran chicken rice ball itu bentuk makanan macam apa. Ternyata nasi hainan yang dibentuk bulat-bulat, lalu diberi semacam kuah gurih manis, dengan beberapa potong ayam. Untuk mencicipi chicken rice ball, ada beberapa pilihan tempat makan populer yang bisa dicoba, yaitu Chung Wah, Hoo Kee, Famosa Chicken Rice Ball, atau My Chicken Rice. Semuanya ada di kawasan Jonker Strett.

Asam Pedas Claypotnya Endesss

Sementara itu untuk penggemar ikan, wajib mencicipi “asam pedas claypot” di Restoran Kota Laksamana. Lokasinya ada di Jalan Laksamana 1, Melaka. Olahan ikan berkuah ini benar-benar segar. Sesuai namanya, kuahnya yang kental dominan dengan rasa asam dan pedas. Amis dari ikannya tidak begitu kentara.

Cendol Jam Besar, Banyak Pilihan Olahan Cendolnya Nih!
Sambil Makan Cendol Jam Besar, Kamu Bisa Menikmati Pemandangan Sungai Melaka

Selain kedua makanan berat tadi, saya juga masih sempat mencicipi cendol yang ada di seberang Stadhuys. Cendol ini populer di kalangan para pejalan. Selain memang sangat dekat dengan pusat kota tua Melaka dan tepat di pinggir sungai Melaka, rasa cendolnya memang enak. Namanya Cendol Jam Besar. Ada banyak varian olahan cendol yang bisa dipilih sesuai selera, mulai dari original, mix dengan durian, ice cream, kacang merah, dan lain-lain. Asiknya lagi, harga cendolnya juga lumayan miring. Aman buat kantong.

Chicken Bun
Coconut Puff, Chicken Bun, dan Portuguese Egg Tart. In Frame : miss mim, dotdolan

Oh ya, masih ada bonus nih. Gara-gara kelaparan saat menunggu hujan reda di Jonker Street, saya dan kawan-kawan iseng mencoba jajanan yang penampakannya sungguh menggoda. Ada coconut puff, chicken bunn, dan portuguese egg tart. Harganya RM 2,50. Dari ketiganya, saya suka sekali dengan chicken bun. Tekstur rotinya renyah. Isian ayamnya manis gurih, dan lumer ketika digigit.

Kamu bisa coba jelajahi ragam kuliner populer lainnya di Melaka. Masih ada banyak lagi selain yang saya sebutkan di atas. Siapa tahu kamu akan punya kuliner Melaka favorit yang berbeda.

Kunjungi Jonker Night Market Jika Berkunjung Ke Melaka Saat Akhir Pekan

Setiap hari jumat, sabtu, dan minggu malam, kawasan Jalan Jonker  ditutup bagi kendaaran bermotor karena dijadikan night market. Suasana di kawasan tersebut berubah menjadi super ramai. Meriah sekali. Para penjual makanan, minuman, dan aneka barang menggelar dagangannya di sepanjang jalan. Warga lokal dan wisatawan pun tumpah ruah jadi satu.

Jonker Walk – Jonker Night Market

Pengunjung bisa membeli barang-barang unik dan lucu sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang. Harganya tidak kalah murah dari yang dijual di toko oleh-oleh. Dan lagi-lagi, saat mengunjungi Jonker Night Market bersiaplah dengan aneka kuliner lezat yang akan kembali menggodamu.

Saran saya, lupakan sejenak rencana diet. Yakin mau melewatkan pagoda potato, pancake, nyonya popiah, putu piring, durian puff, teh tarik, melaka fruit tea, atau aneka jajanan bakar yang wanginya menggoda?

Putu Piring Melaka

Saya sempat membeli sebungkus putu piring yang dijual di Jonker Night Market. Saya penasaran dengan jajanan ini. Bentuk kue putu dan media olahnya berbeda dengan kue putu keliling yang biasa saya beli di Indonesia. Kalau di Indonesia bentuknya bulat memanjang, nah yang di Melaka ini bentukannya mirip piringan kecil. Soal rasa, enak kok, perlulah dicoba kalau kamu mampir ke Melaka.

Kalau Capek Jalan-Jalan di Jonker Night Market, Bisa Mampir Istirahat Sebentar di Taman Ini

Oh ya, Putu Piringnya baru saya makan saat saya tiba di sebuah taman yang berada di pertengahan Jonker Street. Namanya Jonker Walk World Heritage Park. Taman ini tidak begitu besar, tapi ramai dengan pengunjung yang bersantai. Entah sekedar duduk ngobrol atau menikmati jajanan yang sudah dibeli di Jonker Night Market. Pengunjung bisa sembari menikmati live music dari penyanyi jalanan yang tiap akhir pekan membuka ‘panggung’nya di taman ini.

Mbak Didy Saja Sudah ke Melaka, Kalau Kamu Kapan? 😀

Jangan sampai terlewat mencoba aktivitas menarik tadi ya kalau berkunjung ke Melaka. Sebenarnya masih banyak hal menarik lain yang bisa dilakukan. Tinggal disesuaikan dengan waktumu saja. Semakin panjang waktu berkunjung di Melaka, maka seharusnya akan lebih banyak hal menarik yang bisa kamu jelajahi.

Leave a Reply