2 Museum Keren Yang Bikin Pengen Balik Lagi

Indonesia memiliki banyak sekali museum yang bisa dikunjungi. Tidak hanya yang dikelola oleh pemerintah, ada juga museum yang dimiliki dan dikelola oleh swasta/perorangan. Dari beberapa museum swasta/perorangan yang sudah pernah saya kunjungi, ada 2 museum keren yang bikin pengen balik lagi.

Melalui koleksi-koleksinya, kedua museum tersebut menawarkan ‘perjalanan wisata’ sejarah dan budaya yang sangat menarik. Penataan koleksi yang apik dan detail desain ruang museum turut memantik rasa penasaran untuk menjelajah semakin jauh. Kedua museum tersebut berada di Solo dan Yogyakarta. Kalau kalian sedang jalan-jalan ke sana, coba deh sempatkan untuk mengunjungi 2 museum keren yang bikin pengen balik lagi ini.

Museum Ullen Sentalu – Yogyakarta

Museum Ullen Sentalu berada di dalam daftar museum keren yang bikin pengen balik lagi. Saya baru satu kali berkunjung ke museum ini dan rasanya belum cukup puas.

Museum Ullen Sentalu : museum keren yang bikin pengen balik lagi
Bagian Depan Museum Ullen Sentalu

Saya berkunjung siang hari di akhir pekan. Suasananya ramai sekali. Untuk bisa mengelilingi museum ini, pengunjung akan didampingi oleh pemandu. Saran saya, memang lebih baik bersama pemandu daripada kesasar. Area Museum Ullen Sentalu ini cukup luas. Tiap koleksi berada di dalam beberapa ruang yang bangunannya terpisah. Untuk mencapai ke bangunan lainnya, akan melewati area terbuka yang berkelok dan menyerupai labirin.

Di Museum Ullen Sentalu, pengunjung tidak hanya sekedar menikmati ragam koleksi berupa alat musik tradisional, foto, topeng, lukisan, patung, atau kain batik yang berhubungan dengan sejarah dan budaya Jawa. Pengunjung juga akan disuguhkan keindahan arsitektur bangunan museum. Kalau jeli, tiap hal yang ada di museum ini, mulai dari lokasi, material dan struktur bangunan, tata ruang, hingga koleksi-koleksinya adalah satu kesatuan cerita. Harapannya, pengunjung Museum Ullen Sentalu bisa melihat dan merasakan gambaran tentang peradaban di masa lalu.

Museum Ullen Sentalu : Museum Ullen Sentalu : museum keren yang bikin pengen balik lagi
Bagian Luar Museum Ullen Sentalu

Sebut saja contohnya material batu andesit yang digunakan untuk membangun Ruang Pameran Tetap “Guwo Selo Giri”. Pada masa Kerajaan Mataram, batu andesit ini banyak tersebar dan sering digunakan sebagai material bermacam candi. Atau contoh lain adalah area yang berkelok menyerupai labirin di dalam museum. Hal tersebut dibuat tidak sekedar pemanis, tapi dimaksudkan untuk menghadirkan suasana jalanan sempit kampung warga Kalang di Kota Gede.

Museum Ullen Sentaku : Museum Ullen Sentalu : Museum Ullen Sentalu : museum keren yang bikin pengen balik lagi
Spot foto di Museum Ullen Sentalu

Tidak banyak gambar yang bisa saya tampilkan di sini untuk memperlihatkan betapa mengagumkannya Museum Ullen Sentalu. Pengunjung tidak diperkenankan menyentuh dan mengambil gambar saat berada di bagian dalam. Hanya diperbolehkan berfoto di spot tertentu saat akhir tur museum. Makanya, kalau penasaran seberapa kerennya museum ini, datang saja langsung ke Museum Ullen Sentalu dan buktikan sendiri 😀

Lokasinya berada di Jalan Boyong KM 25, Kaliurang Barat, Sleman, Yogyakarta. Museum Ullen Sentalu buka dari hari Selasa – Jumat setiap pukul 09.30 – 16.00 WIB, dan Sabtu – Minggu setiap pukul 09.30 – 17.00 WIB. Jangan lupa menyiapkan uang tiket masuknya. Pengunjung domestik Rp 40.000 (dewasa) dan Rp 20.000 (anak usia 5-16 tahun). Sementara pengunjung mancanegara Rp 60.000 (dewasa) dan Rp 40.000 (anak usia 5-16 tahun). Kalau berkunjung di musim hujan, jangan lupa untuk membawa mantel atau payung ya.

Museum Batik Danar Hadi – Solo, Museum Keren Yang Bikin Pengen Balik Lagi

Kalau bicara warisan budaya yang khas Indonesia, pertama terlintas di pikiran saya adalah batik. Batik menjadi ciri khas budaya Indonesia dan pesonanya sudah tersohor ke berbagai belahan dunia. Terlebih saat Batik diresmikan oleh UNESCO sebagai “Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity” pada Oktober 2009 yang lalu. Seiring dengan itu, perkembangan penggunaan batik di ranah fashion tanah air pun semakin terasa geliatnya. Batik Danar Hadi adalah salah satu yang turut berkecimpung di dalamnya.

Bapak H. Santosa Doellah, pendiri PT Batik Danar Hadi memang memiliki ketertarikan besar terhadap batik. Tidak sekedar memikirkan soal bisnis, beliau juga ingin agar masyarakat memiliki pengetahuan yang mendalam tentang sejarah dan filosofi batik. Pula soal menjaga kelestarian batik itu sendiri.

Bagian Depan Museum Batik Danar Hadi Solo
Bagian Depan Museum Batik Danar Hadi Solo

Beliau kemudian mendirikan Museum Batik Danar Hadi. Lokasinya masih berada satu area dengan Showroom Batik House of Danar Hadi di nDalem Wuryaningratan Jl. Brigjen Slamet Riyadi, Solo.

Terakhir saya ke sana tahun 2017, untuk masuk ke museum ini pengunjung dikenakan biaya Rp 35.000 per orang. Khusus pelajar/mahasiswa harga tiketnya lebih murah, tapi persisnya berapa saya tidak begitu ingat. Museum Batik Danar Hadi buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 16.30 WIB.

Di dalam museum, ada beberapa ruang pamer dengan 9 tema batik yang berbeda. Mulai dari Batik Kraton, Batik Cina, Batik Djawa Hokokai, Batik Pesisir, Batik Sumatera, Batik Belanda, Batik Pengaruh India, Batik Petani dan Saudagaran, sampai Batik Danar Hadi. Di beberapa ruang juga ditampilkan silsilah keluarga Bapak H. Santosa Doellah, bahan dan peralatan pembuatan batik, serta area pembuatan batik tulis dan batik cap. Semua koleksi ditata dengan rapi, dijaga kebersihannya, dan dirawat dengan baik.

Hampir seluruh isi Museum Batik Danar Hadi adalah koleksi kain-kain batik milik Bapak H. Santosa Doellah. Jumlahnya mencapai ribuan. Kebanyakan tergolong sebagai batik kuno. Tidak heran kalau kemudian Museum Batik Danar Hadi ini disebut juga sebagai Museum Batik Kuno.

Proses Pembuatan Batik Tulis di Bengkel Batik Tulis Museum Batik Danar Hadi
Proses Pembuatan Batik Tulis di Bengkel Batik Tulis Museum Batik Danar Hadi

Tidak banyak foto yang bisa saya ambil di bagian dalam museum karena memang tidak diperkenankan untuk mengambil gambar. Katanya untuk menjaga kualitas kain yang usianya sudah cukup tua, serta hak kekayaan intelektual atas motif batik dan penataan serta desain tata ruang museum. Pengunjung hanya bisa mengambil gambar di bagian depan museum dan saat berkunjung di bengkel pembuatan batik tulis serta batik cap.

Beruntung untuk menelusuri koleksi di Museum Batik Danar Hadi saya didampingi oleh pemandu yang ramah. Pengalaman menelusuri koleksi Museum Batik Danar Hadi pun menjadi lebih seru saat bersama pemandu.

Penghargaan Tripadvisor Untuk Museum Batik Danar Hadi
Penghargaan Tripadvisor Untuk Museum Batik Danar Hadi

Saya mendapat banyak penjelasan tentang setiap koleksi yang ada. Jadi setelah berkunjung ke Museum Batik Danar Hadi ini, saya tidak hanya sekedar melihat-lihat saja, tapi juga pulang dengan  membawa pengetahuan baru seputar filosofi, budaya, dan lingkungan yang mempengaruhi perkembangan batik dari masa ke masa.

Saat kunjungan pertama, saya merasa belum puas meihat-lihat koleksinya. Gara-gara itu, Museum Batik Danar Hadi ini kemudian juga jadi masuk dalam daftar museum keren yang bikin pengen balik lagi.

————–

Kalau kalian bagaimana? Ada yang belum pernah mengunjungi 2 museum keren yang bikin pengen balik lagi ini kah? Kalau belum, saya sangat merekomendasikan kedua museum tersebut untuk kalian kunjungi. Dijamin akan jadi pengalaman yang luar biasa. Kuy, ke museum 🙂

15 thoughts on “2 Museum Keren Yang Bikin Pengen Balik Lagi”

  1. Aku belum pernah ke kedua museum tersebut…huufft
    Tapi aku selalu suka untuk berkunjung ke museum. Ke museum berasa diajak untuk menyelami kekayaan budaya dan masa lalu

    1. Setuju Mas Vay. Jalan-jalan ke museum selalu asik ya. Banyak hal yang bisa didapat di sana. Kapan-kapan diagendain buat ke Ullen Sentalu sama Museum Batik Danar Hadinya, hehe…

  2. Aku gak pernah betah main main ke museum. Karena gak tau mau liat liat apa.. Tapi kalo museum yang instagramable kayak museum di atas bakalan betah kayaknya yaa.. Nyari nyari spot foto.

    Di museum batik, bisa belajar ngebatik juga gak??

    1. Kalau di Ullen Sentalu banyak hal menarik yang bisa diliat, kak. Koleksi sama bangunannya keren.
      Nah kalau di Museum Batik Danar Hadi bisa nyobain ngebatik pas mampir di bengkel batik tulisnya. Ibu-ibu di sana ramah banget ngasih tau cara make cantingnya 😀

  3. Dua museum yang mengubah pandanganku bahwa museum itu membosankan. Masuk Ullen Sentalu dan Museum Danar Hadi benar-benar dapet pengetahuan yang bikin aku cuma ngebatin “wow

  4. Tiap ke Jogja pengen ke Ullen Sentalu tapi belom pernah kesampaian, padahal penasaran banget kayak gimana dalem museum nya. Moga aja bulan depan kesampaian deh ke museum ini

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: