Menerapkan Pola Hidup Sehat, #AksiSehatCeria Yang Bikin Travelingku Makin Ceria

Ada yang pernah mengalami sakit saat traveling? Saya pernah lho mengalaminya beberapa kali. Rasanya tidak menyenangkan dan bikin kesal tingkat dewa. Niat untuk liburan seru dan berkunjung ke banyak tempat wisata jadi berantakan. Itinerary yang sudah disusun pun tidak bisa dijalankan sesuai rencana dan jadi lebih banyak istirahat di penginapan.

Setelah pengalaman itu, saya akhirnya menaruh perhatian lebih soal kesehatan. Caranya adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Ketika pola hidup sehat ini dilakukan dengan rutin, kondisi tubuh saya saat traveling rasanya jadi jauh lebih siap dan bugar. Begitu juga saat beraktivitas sehari-hari.

Nah, apa saja #aksisehatceria yang sudah saya lakukan sebagai bentuk pola hidup sehat? Yuk disimak.

Rajin Olahraga

Percaya atau tidak, kebiasaan berolahraga secara rutin ternyata sangat bermanfaat saat traveling. Olahraga bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit. Terutama yang hobi jalan-jalan dengan gaya backpacker seperti saya, yang kemana-mana banyakan jalan kakinya, jelas perlu sekali untuk rajin olahraga.

Saya pernah merasakan capeknya berjalan kaki ketika mengikuti rute heritage trail di Melaka dan menjelajahi Kawasan Angkor di Siem Riep dengan kondisi tubuh yang jarang berolahraga. Baru jalan sedikit saja sudah berhenti gara-gara capek dan napas yang ngos-ngosan. Kebanyakan buang-buang waktu.

#aksisehatceria – rajin olahraga

Untuk kebiasaan berolahraga ini, saya biasanya menggunakan waktu minimal 30 menit/hari dan minimal dilakukan 5 kali dalam seminggu. Jenis olahraga yang saya pilih, yaitu jogging dan badminton.

Saya biasanya berolahraga di pagi hari sebelum mulai beraktivitas di luar rumah. Tubuh rasanya jadi lebih segar saat beraktivitas seharian, serta tidak cepat capek. Kadang, kalau tidak memungkinkan olahraga di pagi hari, saya akan sempatkan di sore hari. Ya memang capek sih, tapi tubuh justru terasa lebih nyaman untuk beristirahat di malam hari karena sudah berolahraga.

Memperhatikan Asupan Makanan

Yang sukanya makan penyetan saja tiap hari, rajin ngapelin warung ayam geprek tiap jadwal makan, atau penganut garis keras indomie seleraku, segeralah bertobat, hehehe…

Asupan makanan akan sangat berpengaruh pada daya tahan tubuh. Ini hal penting yang juga harus dilakukan bersamaan dengan kebiasaan rajin berolahraga.

Dalam sehari, saya biasanya akan 3 kali makan besar (pagi, siang, dan malam). Di sela-sela itu, ada 2-3 kali snack time. Wah, tidak kebanyakan tuh? Tidak dong. Tinggal pilih saja jenis makanan yang tepat untuk dikonsumsi di waktu-waktu tersebut.

#aksisehatceria - asupan makanan bergizi

#aksisehatceria saya dalam soal makanan adalah dengan memilah apa saja yang baik untuk dikonsumsi. Tidak cuma sekedar enak, tapi juga harus rendah kalori dan memiliki nutrisi yang baik. Saya perbanyak mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Camilannya juga diganti dengan snack-snack sehat seperti kacang almond atau biskuit gandum.

Jumlahnya pun dibatasi. Metodenya, jangan dipikir bahwa makan itu harus sampai kenyang. Makanlah sesuai dengan kebutuhan tubuh. Percaya atau tidak, tubuh bisa lho memberi sinyal bahwa jumlah makanan yang kita konsumsi pada satu waktu sudah berlebihan.

Menjaga Asupan Air Untuk Tubuh

Nah, #aksisehatceria untuk pola hidup sehat yang tidak kalah penting adalah menjaga asupan air. Ini manfaatnya luar biasa sekali untuk tubuh. Contoh sederhana saja deh. Manusia bisa bertahan beberapa hari tanpa makanan, asalkan bisa tetap minum air.

Salah satu yang saya lakukan untuk memenuhi asupan air di tubuh adalah dengan memperbanyak minum air putih. Berbagai resiko penyakit bisa diminimalisir dengan minum air putih. Bagi saya, air putih itu tidak cuma ‘yang penting’ sudah minum. Jumlahnya saya sesuaikan dengan kebutuhan minimal dalam sehari, yaitu sekitar 8-9 gelas. Itu pun saya sesuaikan lagi dengan kondisi tubuh dan banyaknya aktivitas yang dilakukan seharian, apalagi kalau sangat menguras tenaga dan keringat.

Tidak susah menerapkan aksi sehat yang satu ini. Kalau beraktivitas di luar rumah, biasanya saya akan membawa botol minum sendiri. Jadi kapan pun butuh asupan air putih, saya bisa langsung minum dengan mudah.

Oh iya, untuk memenuhi kebutuhan air pada tubuh, selain dengan air putih, saya juga mengonsumsi minuman lainnya seperti susu rendah lemak dan jus. Buah-buahan yang kaya kandungan air seperti semangka dan belimbing juga sering tersedia di lemari pendingin untuk dikonsumsi sewaktu-waktu.

Tidur Malam Yang Cukup

Ingat lagunya Bang Rhoma Irama? Begadang jangan begadanggg, kalau tiada artinyaa~~

Yap, tidur yang cukup dan tidak begadang menjadi bagian dari pola hidup sehat yang saya lakukan. Saat tidak ada pekerjaan yang mendesak, segera tidur sebelum larut malam adalah hal terbaik untuk menjaga tubuh tetap sehat.

Setelah beraktivitas seharian, tubuh pastinya butuh istirahat yang cukup. Terutama di malam hari, beberapa organ tubuh akan melakukan proses-proses regenerasi hingga pembersihan racun yang menumpuk di tubuh. Jadi bisa dibayangkan kalau tubuh kita tidak mendapatkan jatah tidur yang cukup. Kira-kira akan sebanyak apa racun yang tidak bisa dibersihkan dari tubuh? Serem kan.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk tidur saat malam hari juga perlu diperhatikan. Jangan sampai kurang, jangan juga sampai berlebih. Biar tidak lemas dan lebih segar saat bangun di pagi hari.

Untuk menjaga pola hidup sehat, saya mengusahakan untuk rutin tidur dalam jangka waktu 6-8 jam pada malam hari. Demi menjaga kualitas tidur yang baik, saya juga memperhatikan 4 fase siklus tidur yang dibutuhkan oleh tubuh. Jadi saya bisa mengatur kapan waktu terbaik untuk tidur, kapan waktunya untuk bangun.

Rutin Donor Darah

Minimal 3-4 bulan sekali, saya mengusahakan untuk ikut kegiatan donor darah. Ini juga menjadi bagian dari pola hidup sehat, lho. Manfaat donor darah itu banyak sekali. Mulai dari menjaga kesehatan jantung, meningkatkan produksi sel darah merah, mendeteksi penyakit, bahkan bisa membantu membakar kalori.

Selain baik untuk diri sendiri, donor darah juga akan membantu orang lain yang membutuhkan darah. Banyak orang sakit di luar sana yang membutuhkan bantuan darah dalam jumlah yang tidak sedikit. Ketersediaan darah di rumah sakit dan UTD seringkali tidak mencukupi.

Donor Darah Sebagai Bagian Dari Pola Hidup Sehat. Gambar : ayodonor.pmi.or.id

Berdasarkan keterangan dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, idealnya ketersediaan darah adalah 2,5% dari jumlah penduduk. Sayangnya jumlah darah yang terkumpul setiap tahunnya tidak selalu berhasil mencapai jumlah tersebut. Bayangkan kalau kita tidak membantu dengan ikut kegiatan donor darah.

Makanya, bagi saya, donor darah ini menjadi #aksisehatceria yang perlu dilakukan secara rutin sebagai bagian dari pola hidup sehat. Dengan donor darah, selain sehat fisiknya, sehat juga jiwanya karena bahagia bisa membantu sesama.

Menjalin Relasi Yang Baik dan Mengikuti Kegiatan Positif

Pola hidup sehat tentunya tidak cuma dengan menjaga kondisi fisik saja. Kesehatan mental juga perlu diperhatikan. Tidak jarang lho orang yang dalam kondisi fisik baik, saat mentalnya terganggu maka seketika bisa mendadak sakit secara fisik.

Pola hidup sehat yang saya terapkan untuk menjaga kesehatan mental adalah dengan menjalin relasi yang baik dengan orang-orang di sekitar. Baik itu di lingkungan tempat tinggal maupun di tempat kerja. Memiliki relasi yang baik dengan orang lain memberi efek bahagia yang baik untuk kesehatan mental. Ketika ada masalah, saya tidak larut terlalu lama dalam kesedihan atau bingung yang berkepanjangan karena ada orang-orang baik di sekeliling yang selalu siap membantu.

Ikuti Kegiatan-Kegiatan Positif
Ikuti Kegiatan-Kegiatan Positif

Selain itu, saya juga mengikuti berbagai kegiatan positif lainnya di beberapa komunitas. Aktif di kegiatan-kegiatan yang positif membantu saya untuk bertemu dan berinteraksi dengan lebih banyak orang baru. Ini juga sangat mendukung kesehatan mental.

Rutin Cek Kesehatan

Ini hal penting juga dari bagian pola hidup sehat. Rutin cek kesehatan wajib dilakukan untuk mengetahui secara dini jika terjadi hal-hal yang tidak baik pada tubuh. Seringkali penyakit ada di dalam tubuh tanpa kita sadari.

Cek kesehatan rutin yang bisa dilakukan adalah cek tekanan darah, kolestrol, gula darah, asam urat, cek kesehatan jantung, cek kesehatan mata, dan telinga. Nah dengan rutin cek kesehatan, saya bisa mengetahui bagaimana kondisi kesehatan tubuh secara berkala. Penanganan sedini mungkin bisa diberikan jika memang ada penyakit yang diderita, biar tidak terlanjur parah.

——–

7 #aksisehatceria
7 #aksisehatceria

Pola hidup sehat yang sudah saya terapkan ini seringkali dianggap ribet. Tidak sedikit orang yang lalu malas melakukannya. Selain itu, alasan kurangnya pengetahuan soal hal-hal yang dianggap mendukung pola hidup sehat juga menjadi alasan lain.

#aksisehatceria - lombablogdoktersehat

Sekarang zamannya sudah makin canggih sehingga terbuka kemudahan untuk akses pengetahuan kapan saja melalui internet. Kita bisa mengakses halaman-halaman online yang mengangkat topik seputar kesehatan. Misalnya saja seperti DokterSehat. Melalui website atau media sosialnya, DokterSehat membagikan banyak informasi, tips, dan konsultasi online seputar kesehatan dan berbagai macam jenis penyakit. Jadi, tidak ada alasan lagi dong untuk tidak menerapkan pola hidup sehat.

kalau sakit saat traveling, jadinya bye~~ piknik

Bagi saya yang suka traveling, menerapkan pola hidup sehat akan menjauhkan dari ‘petaka gagal bahagia’ gara-gara sakit di tempat liburan. Iya dong, sakit ketika traveling itu bikin yang tadinya bisa foto-foto sambil pose ‘aku lagi syantikkk’ akan berubah jadi pose ‘aku lagi syakitttmemang lagi syakiiittt…’ dan berakhir dengan… byeee piknik~~

5 thoughts on “Menerapkan Pola Hidup Sehat, #AksiSehatCeria Yang Bikin Travelingku Makin Ceria”

  1. kalau aku sekarang algi sibuk gowes, jadi olah raganya gowes saja. Terakhir donor darahh pas puasa. Udah masuk waktunya buat donor, tapi belum sempat ke pmi. Yaa kalau bisa aku rutin donor darah, atau minimal 2-3 kali dalam setahun.

    kadang masih doyan nglembur juga..mgnkin gara2 kebanyakan kopi 😀

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: