Mendadak Rindu Jogja

“Jogja…”
Begitu yang tertulis di baju seorang bapak yang duduk persis di depanku. Aku langsung kembali teringat pada kota kecil penuh pesona itu. Jogja yang dijuluki ‘Never Ending Asia’ ini pernah dua tahun menjadi tempatku menuntut ilmu.

Kota yang selalu istimewa dan sukses membuatku jatuh cinta. Tempat di mana bersama kawan dan lawan beragam cerita diramu. Sebut saja Jogja ‘berdaya magnet’. Rupa Jogja yang nampak tua namun bersahaja menjadi daya pikat yang selalu menarik banyak orang untuk tidak hanya sekedar datang, namun rindu pula untuk kembali.

Jogja dan Pantai Parangtritis
Mendadak Rindu Jogja dan Pantai Parangtritis

Untuk urusan menjalin relasi, melepas penat, hingga sekedar mencari hiburan, aku tidak perlu berpikir keras harus ke mana. Jogja selalu punya jawaban. Sebut saja tempat-tempat wisata seperti Taman Sari, Benteng Vredeburg, Malioboro, Candi Sambisari, Bukit Bintang, hingga Pantai Parangtritis, pernah menjadi pilihan singgah untuk melepas penat akibat tugas kuliah yang menumpuk.

Belum lagi berbagai cafe yang tersebar hampir di setiap sudut kota. Mulai dari cafe kelas atas sampai cafe ala – ala yang harganya pas di kantong mahasiswa. Tinggal pilih saja.

Acara seni budaya pun tidak pernah mati di Jogja. Di luar acara tahunan seperti ArtJog, Pasar Kangen Jogja, maupun Festival Kesenian Yogyakarta (FKY), acara-acara seni budaya lainnya terus sambung menyambung hadir memperkuat identitas Jogja sebagai kota budaya.

Ah, aku jadi rindu Jogja! Kalau kamu?

#20.3.2015 Krt Kamandaka, Perjalanan Tgl-Smc#

1 thought on “Mendadak Rindu Jogja”

Leave a Reply