Sore di Joko Kopi Ungaran

Begitu selesai urusan di luar kota, saya dan Miss Mima memutuskan untuk langsung kembali ke Semarang. Cuaca di sepanjang perjalanan mendung-mendung menggemaskan. Malahan ada beberapa daerah yang sudah diguyur hujan deras. Saat melewati Ungaran, Miss Mima mengajak saya untuk mampir sebentar di salah satu kedai kopi. Namanya Joko Kopi. Kabarnya, kedai kopi yang satu ini punya view yang bagus karena berada persis di pinggir sawah.

Dari jalan raya utama Semarang – Solo, lokasi Joko Kopi agak masuk ke dalam. Tepatnya ada di Jalan Gedong Songo No. 9, Kabupaten Ungaran. Ancer-ancernya, begitu masuk ke Jalan Gedong Songo Ungaran, lurus saja dulu sampai ke Universitas Ngudi Waluyo. Setelah itu masih lurus lagi sedikit, tidak begitu jauh, Joko Kopi ada di sisi kanan jalan.

Saat mencari tempat ini, google maps bisa diandalkan. Petunjuk lokasinya pas. Hanya saja tetap harus jeli. Sepenglihatan saya, tempatnya tidak menggunakan papan nama. Bangunannya pun agak ke belakang karena bagian depan digunakan sebagai area parkir. Kami sempat kelewatan agak jauh dan putar balik kembali karena kurang ngeh dengan tempatnya.

Setibanya di Joko Kopi

Hujan mulai turun agak deras di Ungaran. Setengah berlari dari parkiran, kami masuk ke bangunan Joko Kopi. Ternyata tempatnya tidak terlalu besar. Di sisi kanan ada bangunan yang digunakan sebagai dapur.

Joko Kopi Ungaran

Di bagian tengah ada area duduk outdoor. Sedangkan di sisi kiri, ada bangunan dua lantai yang digunakan sebagai area duduk indoor, kasir, dan tempat pembuatan minuman.

Bagian Depan

Ketika itu pengunjung sedang lumayan ramai. Saya sempat clingukan sebentar mencari tempat duduk yang sekiranya nyaman.

Duduk di Area Indoor Atau Outdoor?

Pertama jelas saya melihat dulu ke bagian atas. Di sana ada sebuah ruangan kecil dengan jendela-jendela kaca yang lebar. Ada beberapa meja dan kursi panjang di bagian dalam, serta beberapa meja kursi kecil di terasnya. Sebenarnya akan asik sekali duduk sore-sore di bagian atas ini. Viewnya aduhai sekali. Sayangnya sudah full. Sementara di bagian terasnya sudah agak basah terkena percikan air hujan.

Joko Kopi Ungaran

Akhirnya saya kembali ke bawah. Di bagian bawah, ada beberapa meja di area outdoor. Satu meja sudah terisi oleh rombongan keluarga, sisanya kosong karena juga sudah basah terkena tetesan hujan.

Area Outdoor

Saya lalu mencoba melihat ke area duduk indoor. Saat membuka pintu, aroma kopi langsung menyeruak. Di dalam suasananya lebih hangat. Tidak terasa hembusan angin seperti di luar tadi.

Bagian Dalam Joko Kopi Ungaran

Saya langsung melempar pandangan ke sekeliling ruangan. Bagian dalam ini hanya dibatasi oleh kaca-kaca transparan ke bagian luar. Pemandangan di luar sana tetap bisa dinikmati dengan cukup leluasa oleh pengunjung.

dikeliling jendela kaca sehingga bebas menikmati pemandangan

Beberapa meja di area dalam sudah terisi. Baik itu yang ada di tengah ruangan maupun di pojokan depan meja barista. Sebuah meja dan kursi panjang yang menghadap persis ke sawah juga sudah terisi. Sayang sekali, padahal menurut saya pemandangan paling bagus bisa dilihat dari kursi itu.

Area Duduk Indoor

Ohhh, tapi ternyata di depan meja panjang yang menghadap ke sawah tadi masih ada area duduk lain. Viewnya tidak kalah bagus. Posisinya agak ke bawah. Modelnya ruangan kecil memanjang dengan full jendela kaca yang juga menghadap ke sawah. Akses pintu masuknya melalui area outdoor. Kami akhirnya memilih duduk di situ saja.

Pilih-Pilih Menu

Di Joko Kopi pengunjung harus melakukan pemesanan di meja kasir. Intinya, pesan dan bayar terlebih dahulu. Saya lalu mengambil lembaran-lembaran menu dan membawanya ke tempat duduk. Biar bisa pilih-pilih dulu, daripada terlalu lama berdiri di depan meja kasir.

Joko Kopi Ungaran
Order Langsung ke Kasir Yaps

Ternyata pilihan minumannya banyak juga. Untuk Kopi, ada Single Origin Coffee seperti Flores Robusta, Java Mocha, Aceh Gayo, Malabar Natural, dan Ethiopia Virghacheffe. Metode penyajian kopinya bisa dipilih sesuai dengan selera. Ada tubruk, plunger, atau pour over. Pilihan selain kopi ada macam-macam varian olahan teh, coklat, blended, ice cream, red velvet latte, dan green tea matcha latte. Harganya mulai dari Rp 16.000 – Rp 42.500.

Makanannya juga banyak pilihan. Ada nasi pecel, rice bowl, nasi goreng, dimsum, indomie rebus/goreng, roti bakar, pisang bakar, macam-macam snack seperti mendoan goreng, tahu goreng, nugget, sosis bakar, cireng, dan slenge’an platter. Dessert seperti banana split, choco’s mores ice on top, dan choco melted core juga ada dalam deretan menu. Harganya di kisaran Rp 8.000 – Rp 38.500.

Untuk urusan makanan, saya bisa memilih dengan cepat ketika Mendoan – menu favorit saya – ada di dalam daftar menu. Sementara Miss Mima, langsung memilih menu makanan favorit sejuta umat di kala hujan sedang mengguyur bumi, yaitu Indomie Rebus. Tentunya dengan extra cheese sebagai toppingnya.

Mau Pesan Kopi, Tapi…

Untuk urusan kopi, sebenarnya saya bukan pecinta kopi/penggemar kopi/penggila kopi/apalah sebutan lainnya. Kalau minum kopi, biasanya pilihan saya tidak jauh-jauh dari Cappucino. Ketika ingin yang lain, biasanya saya akan minta rekomendasi dulu dari barista/waitressnya. Kira-kira kopi apa yang enak disruput di situ selain Cappucino.

Beda dengan Miss Mima yang sudah menjatuhkan pilihan pada Java Mocha Tubruk, saya menunda sebentar untuk memilih minuman. Pikir saya nanti saja minta rekomendasi dari masnya.

Tanya Kopi Malah Berujung Pesan Teh 

“Mas, kopi yang jadi andalan atau favorit dari Joko Kopi apa ya?” tanya saya saat memesan di meja kasir.

Oh, semua di sini favorit dan andalan, mbak. Soalnya kami roasternya dari luar.”

Saya terdiam sambil manggut-manggut, tapi tetap bingung. Jawabannya agak gimanaaa gitu.

“Lah kalau kopi yang paling banyak dipesan sama pengunjung apa mas?”

“Semuanya dipesan, mbak. Tergantung mbaknya mau yang asam apa nggak. Kalau yang agak asam pilih Arabica aja. Ada Aceh Gayo, Malabar, sama Ethiopia. Kalau yang nggak asam Robusta, mbak. Ada Flores sama Java Mocha.” Masnya menjelaskan panjang lebar sambil menunjuk semua menu kopi di hadapan saya.

Batin saya, “itu juga saya tau kali, mas. Kan ada tulisannya di menu”.

Menu Kopi di Joko Kopi
Menu Kopi di Joko Kopi

Saya cuma garuk-garuk kepala mendengar jawaban masnya. Saya lalu terpikir mencoba alternatif minuman selain kopi.

“Selain kopi, minuman yang favorit apa, mas?”

Semua favorit, mbak. Semua dipesan pengunjung. Tergantung selera Mbaknya lagi pengen yang panas apa yang dingin.”

Krikkk… krikk…

“Saya nyari yang panas, mas,” jawab saya dengan kening berkerut.

“Ada coklat sama teh, mbak.”

Saya diam. Mungkin kalau dibikin jadi kartun, di atas kepala saya sudah makin banyak tanda tanya bertebaran.

Apa mau coba chrysanthemum tea?” Kali ini jawaban masnya lebih fokus.

“Chrysanthemum tea itu teh yang nanti ada bunga-bunganya gitu.”

Saya langsung mengiyakan saja. Daripada lama. Setelah membayar, saya langsung kembali ke tempat duduk.

Saya tidak jadi pesan kopi gara-gara jawaban masnya. Seumur-umur saya ke tempat ngopi atau tempat makan, kalau saya menanyakan soal menu andalan atau menu favorit pengunjung, minimal saya akan mendapatkan jawaban dua atau tiga menu yang disarankan. Ah ya tapi sudahlah. Mungkin masnya sedang lelah.

Akhirnya, Menikmati Sore Syahdu Bersama Chrysanthemum Tea di Joko Kopi

Kalau dipikir-pikir, apa yang saya baca selama ini di media sosial tentang view dan suasana Joko Kopi ada benarnya. Lokasi yang tepat berada di pinggir sawah dimanfaatkan dengan baik oleh pemiliknya. Konsep Joko Kopi  dibuat sangat terbuka sehingga pengunjung tetap bisa menikmati pemandangan alamnya. Dari tempat saya duduk, walaupun dibatasi oleh jendela kaca, tapi saya tetap bisa leluasa melempar pandangan jauh ke hamparan sawah di luar sana.

Menu di Joko Kopi Ungaran

Suasana di Joko Kopi juga tenang dan menyenangkan. Kalaupun banyak pengunjung, semua asik dengan topik obrolannya masing-masing. Bukankah memang begitu salah satu kenikmatan dari sebuah kedai kopi? Obrolan hangat bersama kawan sembari menikmati minuman dan makanan favorit.

Chrysanthemum Tea ala Joko Kopi
Chrysanthemum Tea ala Joko Kopi

Menjelang pukul setengah lima, hujan mulai mereda.  Suasananya jadi makin syahdu. Titik-titik air sisa hujan tadi tertinggal jelas di jendela kaca di hadapan saya. Walaupun akhirnya bukan ditemani secangkir kopi racikan baristanya – yang kata kebanyakan pengunjung rasanya nikmat – saya tetap bisa menikmati sore yang menyenangkan. Seduhan Chrysanthemum Tea rupanya juga bisa jadi ‘teman istimewa’ saat menghabiskan sore di Joko Kopi.

Kalian harus coba, supaya percaya 🙂

*fyi : Di Joko Kopi, pengunjung bisa bebas merokok (non vape) di semua area. Buat yang tidak suka asap rokok, pilih tempat duduk di area outdoor saja. Siapa tau angin di luar akan lumayan membantu menghilangkan asap rokok dengan cepat.

2 thoughts on “Sore di Joko Kopi Ungaran”

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: